BERPECAH-BELAH adalah KEMUSYRIKAN

A’udzubillahi minasyaithoonirrojiim

Bismillahirrahmanirrahim…

 

Mudah-mudahan tulisan ini bisa mencerahkan kita semua yang sedang mencari Al HAQ.. maka ketahuilah bahwa Al Haqqu mirrobik, untuk itu, ketika kita mengenali al haq, kenalillah dari sumber yang sesungguhnya yaitu Al Qur’an…

 

# Bahwa Rasulullah SAW diutus dengan TAUHID (mengesakan Allah semata), serta menghapuskan syirik (Menyekutukan Allah) sampai ke akar-akarnya..

# itulah makna yang terkandung dalam kalimat Tauhid Laailahaillaalla.

# Karena petunjuk Al Qur’an sudah sempurna, Selanjutnya mari kita lihat salah satu fenomena kesyirikan yang Allah sebutkan dalam Al Qur’an. Buka QS Ar Rum :31-32

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ # مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ 

# “Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”.

# Secara tegas Allah sebutkan bahwa salah satu fenomena kesyirikan hari ini adalah terpecah belahnya ummat islam dalam usaha menegakan dienya dalam berbagai kelompok/golongan yang menyebabkan adanya kebanggaan terhadap kelompoknya.

# Ini adalah sifat dan sikap jahiliyyah. Hal ini juga bertentangan dengan perintah Allah di QS 42 :13

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ 

# Dia telah mensyari´atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya.

 

# Padalah sebelumnya Umat manusia adalah umat yang satu, umat yang bertauhid (Umatan wahidah). Akan tetapi kemudian timbul berbagai macam perselisihan, sehingga Allah utus nabi-nabi Allah untuk memberikan peringatan, serta menyelesaikan perselisihan yang ada pada mereka. lihat QS 2:213

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُواْ فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلاَّ الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْياً بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ لِمَا اخْتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللّهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ 

Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

# Pada saat ada rosul (satu kepemimpinan ulil amri), maka segala persoalan dan perselisihan yang timbul di kalalangan ummat akan bisa diselesaikan.

# Akan tetapi ketika tidak ada satu kepemimpinan, jelas banyak persoalan yang tidak terselesaikan.

 

# Di ayat yang lain, ketika Allah membicarakan Umatan Wahidah, maka Allah memberikan pesan untuk bertaqwa kepadaNya, yang diayat selanjutnya Allah gambarkan orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang tidak memecah belah dien mereka menjadi beberpa golongan dan tiap-tiap golongan merasa bangga dengan golonganya. (Lihat QS 23:52-53)

وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ ﴿٥٢﴾ فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُراً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ 

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. 053. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).

# Jadi jelaslah bagi kita semua, bahwa satu-satunya jalan bagi kita untuk selamat dari salah satu fenomena kemusyrikan (memecah belah dien) haruslah bersatu dalam al jama’ah..

# untuk selanjutnya dalam wadah al jama’ah yang haq itulah kita beramal sholeh, berdakwah dan berjihad meninggikan kalimat Allah, meneruskan misi para nabi dan rosul Allah, Ani’budullah wajtanibutthogut.

 

# Pertanyaan selanjutnya mana / apa jama’ah yang mampu menyatukan seluruh umat islam dalam bingkai persatuanya yang dicontohkan oleh rasulullah saw dan dipraktekan oleh para sahabat ?.

# Maka semua ulama baik yang salaf maupun kholaf, sepakat bahwa KEKHALIFAHAN ISLAM adalah wadah pemersatu tersebut.

 

# Pertanyaan berikutnya adalah Bagaimana cara mewujudkan kekhalifahan islam, sementara hari ini umat islam berada dalam perpecahan dan keterpurukan pasca runtuhnya kekhalifahan islam di turki 1924 ??

# Maka dengan pemahaman terhadap petunjuk Qur’an dan Sunnah, serta dengan memahami kondisi yang ada, bahwa perlu segera dilakukan sebuah langkah untuk menghadapi semua fenomena umat islam hari ini, al fakir ust. Abdul Qodir Hasan baraja’ berijtihad untuk memaklumatkan kekhalifahan Islam “KHILAFATUL MUSLIMIN” tanggal 13 rabiulawwal 1418H.

# Maklumat ini juga terinspirasi dari perjalan paranabi dan rosul Allah ketika beliau memaklumatkan kenabiannya “Inni rosulullahi ilaikum”.

 

# Pro kontra terkait dengan Maklumat ini pasti terjadi. Itu sudah menjadi sunatullah.. tapi bagi kami warga KHILAFATUL MUSLIMIN, kami menyakini, inilah yang bisa kami lakukan sebagai hujjah nanti dihadapan Allah ketika sudah sampai berita kewajiban bersatu dan laranngan berpecah belah dalam amanah menegakan dien ini.. untuk selanjutnya kami bekerja, bergerak, berproses, dan berkembang dengan amal sholeh Dakwah dan Jihad yang kami lakukan.. demikian wallahu’alam wassalam..

 

 

1214total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *