Khilafatul muslimin milik Kita bersama

Khilafatul Muslimin itu bahasa Arab, bukan Bahasa Inggris, bahasa Indonesia apalagi bahasa jawa  J. Selanjutnya bagi siapa saja yang belum bisa bahasa Arab, melalui tulisan ini saya sampaikan bahwa terjemahan bebas dari khilafatul muslimin adalah kekhalifahan milik kaum muslimin. Nah.. Kalau penasaran dan ingin info yang lebih valid, antum semua bisa bertanya kepada pak ustadz, ataupun pak Kyai yang faham dengan Bahasa Arab, Apa sih terjemahan dari Khilafatul Muslimin itu ?? Lantas mengapa mesti Khilafatul Muslimin ??

Kekhalifahan milik kaum Muslimin, maka siapapun dia yang telah menyatakan diri sebagai muslim semestinya merasa memiliki dan menjadi bagian dari Khilafatul Muslimin, serta merasa terpanggil untuk memperjuangkan-nya. Karena memang, pernyataan seseorang menjadi MUSLIM, pasti diikuti oleh konsekwensi dari pernyataannya tersebut. Dan perlu saya tegaskan disini dengan setegas-tegasnya, Bahwa Khilafatul Muslimin tidak bisa dimonopoli kepemilikanya oleh mereka yang memakai seragam peci Hijau Putih saja. Karena memang Khilafatul Muslimin milik seluruh kaum muslimin.

Pilhan nama “KHILAFATUL MUSLIMIN” sebagai institusi pemersatu kaum Muslimin se-dunia, tentunya bukan pilihan yang sembrono dan main-main. Terbukti seluruh kaum muslimin bisa menerimanya. Tidak ada satupun kaum Muslimin di dunia ini yang menolak KHILAFATUL MUSLIMIN. Hal berbeda ketika misalnya ditawarkan nama yang lain, misalnya Partai Islam Indonesia sebagai Institusi pemersatu kaum Muslimin sedunia, maka bisa dipastikan kaum muslimin di Jepang tidak bisa menerima tawaran ini. Belum lagi kaum muslimin yang tidak setuju dengan Partai, pasti akan menolak dengan keras. Artinya baru dari sisi nama saja sudah mendatangkan perselisihan dan ketidak-setujuan.

Adapun Selanjutnya persoalan kewajiban bersatu dan larangan berpecah belah juga telah jelas difahami oleh kaum muslimin secara umum, hanya saja memang ketika masuk pada tahap implementasi/praktek bersatu, dititik ini kaum muslimin berbeda dan berselisih. Lantas, Apakah Islam yang telah Allah maklumat-kan kesempurnanya tidak memberikan petunjuk tentang bagaimana bersatu/berjamaah bagi kaum muslimin ?? Apakah Rasulullah dan para sahabat tidak memberikan contoh keluar dari persoalan ini??, Bukankah bersatu/berjamaah itu adalah satu hal sangat logis dan rasional ??, Terus darimana kita mesti memulai persatuan Islam??

Temukan Jawaban lengkap dari seluruh pertanyaan Anda dalam acara Diskusi Publik, Kupas tuntas Khilafatul Muslimin, “Indonesia titik awal Kebangkitas Islam Dunia”, Insyaallah di Masjid Akbar Kemayoran, 17-18 November 2018.. Hadir dan temukan titik terang atas berbagai persoalan umat islam..

 

 

*) Ya Allah saksikanlah bahwa kami adalah MUSLIM 15 dzulhijjah 1439H

Sie Publikasi dan Informasi

081380770389 – Wuri Handoyo
081388248748 – Ghulam Shidiq

369total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *