Akbar-kan Allah dengan sebenarnya.

Kali ini saya akan mengajak kita semua untuk JUJUR.

Perlu diketahui, kata ini merupakan kata yang paling sensitif, karena kejujuran tersimpan rapi dalam satu ruang di setiap hati manusia. Siapapun dia.!! Entah manusia itu laki-laki atau perempuan,  besar atau kecil, tua atau muda, kaya atau miskin, penjabat atau rakyat, muslim atau non muslim sekalipun. Ternyata Allah mendesain hati manusia dengan desain yang sama. Ia selalu memiliki ruang kejujuran, yang tidak mungkin diisi oleh kebohongan, meskipun mungkin lisan manusia mengatakan sesuatu yang tidak berasal dari ruang kejujuran di dalam hatinya.

 

Bagi seorang Muslim, kalimat Allahu Akbar adalah kalimat yang sangat familiar. Minimal (kalau sholat lima waktunya terjaga), seorang muslim akan mengucapkan kalimat ini 102 kali dalam sehari. Ini belum ditambahkan ketika setiap habis sholat seorang muslim melakukan dzikir. Kalimat Allahu Akbar juga kalimat yang dahsyat. Kalimat ini mampu untuk menggelorakan semangat, mampu menghidupkan harapan yang hampir padam, bahkan ia mampu menghidupkan ruh perjuangan yang hampir mati. Teriakan dengan kalimat ini, akan membawa kita pada satu perasaan seolah begitu dekat dengan syahid dan surga. Kalimat ini pula yang akan menggentarkan musuh-musuh Allah dari kalangan Kafirin, Musyrikin, Munafikin,  dan Mujrimin.

 

Tapi.. mari kita sejenak berfikir.. betulkah kita sudah meng-AKBAR-kan Allah dengan se-Akbar-akbarNya? bukankah kalimat ini menuntut kita untuk meniadakan dan menghilangkan segala kebesaran mahluq dari hati kita, untuk kemudian kita masukan kebesaran dan keagungan Allah dalam setiap dimensi ruang dan waktu kehidupan kita? Bagaimana status seorang muslim ketika dalam shalat mereka katakan Allahu Akbar, tapi ketika diluar shalat, hukum dan aturan Allah diabaikan, diacuhkan, dilecehkan bahkan dibuang dan diinjak-injak? Lalu dimana Akbar-Nya Allah ketika kondisi kaum muslimin seperti ini?

 

Wahai saudaraku kaum muslimin… Perintah Allah untuk bersatu/berjamaah telah MUTLAK. Pun begitu larangan untuk bertafarruq/berpecah belah juga sudah MUTLAK. Maka semestinya, seorang muslim yang betul-betul meng-AKBAR-kan Allah dalam setiap detik kehidupanya, mereka tidak punya pilihan lain kecuali saya dengar dan saya taat terhadap perintah dan larangan Allah yang dimaksud.

 

Hanya saja, mungkin karena keterbatasan akal manusia, seringkali kaum muslimin BINGGUNG mesti mulai dari mana?. Adapun dengan khilafah, semua kaum muslimin pasti setuju, tapi khilafah yang mana? Bukankah kekhalifahan mesti punya kekuasaan? Bagaimana cara mendapatkan kekuasaan?, Apakah kita mesti bikin Partai, terus ikut pemilu dan menang ?? kalau memang begitu, lantas Partai Islam mana  yang mesti jadi WADAH TUNGGAL kaum muslimin?? Terus Apakah syariat membolehkan berjuang lewat Partai?? Bukankah Islam sudah lengkap, lantas Bagaimana petunjuk Allah terkait kondisi saat ini??, dan banyak lagi pertanyaan2 yang mesti butuh jawaban yang Clear dan bisa dipertanggung jawabkan.

 

Nantikan kami dalam DIALOG Terbuka / Diskusi Publik Kupas Tuntas Khilafatul Muslimin dengan tema “INDONESIA TITIK AWAL KEBANGKITAN ISLAM DUNIA”, Insyaallah di Masjid Akbar Kemayoran, 17-18 November 2018. Mari kita hadir bersama.. Dari Masjid Akbar Kemayoran, kita Akbar-kan Allah dengan sebenar-benarnya..

 

*) Ketika gema Takbir berkumandang diseluruh pelosok negeri 10 dzulhijjah 1439H

 

Sie Publikasi dan Informasi

081380770389 – Wuri Handoyo
081388248748 – Ghulam Shidiq

425total visits,1visits today

1 comment on Akbar-kan Allah dengan sebenarnya.

  1. Alhamdulillah….Semoga Allah berkenan memberikan kemudahan kepada kita semua,dan kita diberikan kesanggupan Oleh Allah untuk menzhohirkan LAAILAHAILLALLAH…..Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *