Khilafatul Muslimin tidak anti PANCASILA, hanya tidak sepakat..

Waduh… statment apa lagi ini ?? emang apa bedanya ANTI PACASILA dengan TIDAK SEPAKAT dengan PANCASILA ?? udah deh.. gak usah retoris, yang pasti-pasti aja.. jadi maunya ente gimna ?? (kami kutipkan sekilas komentar dari orang yang malas berfikir ), semoga bukan Anda..

Statment ini “Khilafatul Muslimin tidak anti pancasila, hanya tidak sepakat..”, seringkali kami sampaikan setiap kali ditanya bagaimana sikap Khilafatul Muslimin terhadap Pancasila?. Siapapun yang bertanya, entah itu orang biasa, tokoh agama, Pak Kyai, Pak ustadz, Habaib, Non muslim, bahkan kepada Aparat Pemerintahan juga kami katakan hal yang sama. Terbuka, Tegas, Lugas, dan Bertanggungjawab.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata ANTI diartikan dengan melawan, menentang dan memusuhi, ANTI PANCASILA berarti melawan, menentang dan memusuhi PANCASILA. Kalau dipikir dengan Akal sehat, kenapa mesti Anti Pancasila ?? Lah wong Pancasila isinya kan baik-baik semua kan ?.. coba lihat, dari sila kelima dulu, Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Hanya orang bodoh yang akan melawan, memusuhi, dan menentang keadilan. Semua orang pasti akan mendukung dan memperjuangkan Keadilan. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat dan kebijaksanaan, Persatuan Indonesia, Kemanusiaan yang ADIL dan Beradab, dan Indoneisa yang berketuhanan. Semuanya baik-baik saja, Tidak ada yang jelek dan bertentangan dengan Akal Manusia. Begitu kan ??

Artinya secara Normatif, nilai-nilai Pancasila sesungguhnya adalah nilai nilai universal yang sesuai dengan karakter dasar orang Indonesia (timur). Lantas bagaimana dengan orang yang beriman? Adakah kesesuaianya ??, apalagi bagi orang yang beriman, nilai-nilai universal itu jelas memang mesti menjadi karakter dan sifat orang yang beriman, bahwa orang beriman mesti memiliki rasa kemanusian yang adil dan beradab, bahkan kepada Alam dan lingkungan, Orang beriman juga dituntut untuk bisa memiliki adab yang benar. Menjaga dan tidak melakukan Perusakan lingkungan. Orang beriman juga harus Adil terhadap sesama, bukan hanya kepada kawan, kepada musuh sekalipun, orang beriman dituntut untuk adil. Sampai disini, tidak ada satu alasanpun bagi Khilafatul Muslimin untuk ANTI dengan PANCASILA.

Lantas kenapa Khilafatul Muslimin Tidak Sepakat dengan PANCASILA ?? dari sisi mana ketidak sepakatan itu ?? mengapa demikian ?? (Alhamdulillah mulai bisa diajak berfikir )..

Setiap Muslim memiliki keyakinan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang diredai ALLAH SWT. Islam bukanlah milik individu atau kelompok-kelompok Islam. Islam adalah hak milik ALLAH SWT. Oleh itu segala syariat dan isi kandungannya ditentukan oleh ALLAH Azza wa Jalla sendiri, Pemilik agama ini. Tiada ruang untuk manusia yang terbatas akal fikiran dan kemampuannya untuk menentukan atau memutuskan walaupun sedikit apa-apa perkara yang berkaitan agama, kecuali dengan dikembalikan kepada hujah dan dalil yang kukuh (Quran dan Sunnah).

Selanjutnya Islam adalah ideologi/keyakinan bagi seorang muslim, prinsip dasar dari keyakinan ini termaktub dalam satu kalimat Laailaahaillallah, Muhammadarrasulullah, kalimat ini mengharuskan seorang muslim untuk menolak segala sesuatu yang tidak berasal dari Allah dan RasulNya, untuk kemudian ia hanya akan menerima dan taat terhadap sesuatu yang berasal dari Allah dan RasulNya. Kalimat ini pula yang mewajibkan seorang muslim untuk memberikan ketaatan, kecintaan, dan penghambaan hanya kepada Allah semata. Sampai disini jelas, bahwa Islam adalah Ideologi, dan sistem hidup bagi mereka yang telah dengan rela dan sadar menyatakan diri sebagai muslim, maka kalau harus menerima ideologi lain selain islam, tentu hal ini merupakan sesuatu yang mustahil.

Dititik inilah persoalanya. Maka kalau kemudian Pancasila dijadikan sebagai Ideologi/keyakinan, maka pasti akan terjadi benturan dengan sesuatu yang telah diyakininya. Dan ini bukan hanya dengan islam sebenarnya, akan tetapi bisa jadi berbenturan dengan kristen, budha, hindu, dll.

Persoalan selanjutnya adalah ketika Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan, tidak ada satupun standart yang baku yang bisa dijadikan rujukan (model), sehingga berbeda Pemerintahan, berbeda pula implementasinya. Hal ini memberikan peluang bagi Pemerintah untuk menjadikan Pancasila sebagai alat pengokoh bagi kekuasaanya. Sebagai contoh, Zaman presiden Sukarno, Pancasila diartikan sebagai NASAKOM, berbeda lagi pada zaman Presiden Suharto, Pancasila dimaknai sebagai Asas Tunggal dengan P4-nya, Beda zaman Reformasi era Presiden Gus Dur, sebagai Bapak Pluralisme, Pancasila dimaknai dengan Pluralisme. Zaman presiden Jokowi beda lagi, Pancasila diimplementasikan dengan program revolusi mentalnya. Sampai hari ini ketika tahun politik menjelang pesta demokrasi terjadi, semua partai mengatasnamakan Pancasila, tapi kenapa mesti ada perbedaan yang kian hari kian panas. ??

Maka, Pancasila hanya akan berjalan sesuai isinya jika pelaksana Pancasila adalah orang2 yg beriman. seorang Pancasilais sejati sekalipun kalau bukan orang beriman maka akan dengan mudah menodai isi Pancasila dengan tidak berlaku adil, tidak takut degan Tuhannya dan mendzolimi rakyatnya.
Maka ada satu pertanyaan sederhana, tapi mungkin akan sulit untuk dijawab, sekalipun oleh mereka yang mengaku sebagai Pancasilais sejati, Siapa orang yang paling PANCASILAIS yang ada/pernah ada di Indonesia ini, apa Presiden Sukarno, apa Presiden Suharto, atau Presiden Gusdur, Atau Gubernur Kalimantan Selatan, atau Walikota Bekasi, atau mungkin ketua RT 03/22 ??

Lantas, bagaimana semestinya ??, Tidak usah berpolemik dan menduga-duga, tunggu jawaban dan penjelasan tuntas dari Khilafatul muslimin, Insyaalah di Masjid Akbar Kemayoran, tanggal 17-18 November 2018, Insyaallah. Dalam acara Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam Dunia. Kalau Anda sudah keburu ingin tau, Silahkan Datang ke kantor Pusat Khilafatul Muslimin, Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung. Anda bisa langsung Dialog dengan Kholifahnya Khilafatul Muslimin.

 

 

Sie Publikasi dan Informasi
081380770389 – Wuri Handoyo
081388248748 – Ghulam Shidiq

557total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *