KHILAFATUL MUSLIMIN bukan ANCAMAN bagi INDONESIA

Logical Fallacy (kesalahan berfikir), didefiniskan secara akademis sebagai kerancuan berfikir yang disebabkan oleh ketidakdisiplinan pelaku nalar dalam menyusun DATA dan KONSEP, secara sengaja ataupun tidak sengaja. Dalam bahasa yang sederhana, fallacy juga bisa diartikan dengan “NGAWUR”.

NGAWUR atau sesat fikir ini bisa dilakukan dengan sengaja/sadar dengan tujuan untuk menyesatkan orang lain (publik) disebabkan ada tujuan-tujuan tertentu yang ingin dia capai dengan opini penyesatan tersebut. Akan tetapi Sesat Fikir ini juga bisa terjadi dengan tidak sengaja/tanpa disadari oleh pelaku nalar. Hal ini biasanya disebabkan oleh malas dalam berfikir serta cenderung untuk mengikuti pendapat/opini umum yang memang sudah didesain oleh Oknum2 yang sengaja melakukan penyesatan opini. Akibat yang timbul dari kesalahan berfikir ini sangat Fatal dan Buruk. Baik di dunia ataupun di akherat. Maka dari itu,Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk mengilmui setiap persoalan, serta memberikan tempat yang istimewa bagi manusia yang mampu menggunakan potensi “berfikir”, sehingga dengannya ia mampu membuat keputusan yang tepat dalam menjalani kehidupan.

Media mainstream hari ini mengopinikan bahwa paham khilafah adalah sesat dan merupakan ancaman bagi Indonesia. Daulah Syam di Iraq dan Suriah (ISIS) dijadikan sebagai alasan dan model penerapan ajaran/paham khilafah, video eksekusi terhadap tawanan/sandera yang memperlihatkan kesan SADIS diputar dan ditayangkan secara terus menerus. Selanjutnya entah siapa yang mempelopori, banyak bertebaran di tempat-tempat strategis, bahkan sampai ke sudut-sudut kampung satu pesan yang tertera dalam sebuah spanduk, “Kami warga Rt 05/002 menolak masuknya faham khilafah di wilayah kami”, atau juga “NKRI harga Mati” dan yang senada. Kesimpulanya semua hal yang mengandung kata/kalimat khilafah, adalah SALAH, bertetangan dengan Pancasila dan Haram ada di Indonesia.

Maka kemudian Pemerintah Indonesia merasa perlu membuat satu aturan konstitusional berupa Perppu no 2 tahun 2017, yang bisa dijadikan sebagai landasan hukum untuk menindak siapa saja yang membawa nama Khilafah. Cerita selanjutnya, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) menjadi Organisasi yang pertama kali terkena imbas dari adanya Peraturan ini. Secara resmi HTI dibubarkan, hanya karena HTI membawa ide Khilafah. Bisa jadi suatu saat nanti Khilafatul Muslimin juga akan dibubarkan dengan dalih yang sama, karena membawa nama KHILAFAH, wallahu’alam.

Model kasus diatas menurut pakar komunikasi Indonesia  diistilahkan dengan Fallacy of Dramatic Instance. Yaitu kesalahan berfikir yang disebabkan oleh kecenderungan melakukan overgeneralisation (men-generalisir) persoalan. Hanya karena ada kemiripan satu atau dua kasus dengan kasus yang lain maka disimpulkan semuanya sama.

Mudahnya, kerangka berfikir yang dibangun adalah sebagai berikut :
a. ISIS mengusung ide KHILAFAH.
b. HTI senantiasa berbicara dan mengkampanyekan KHILAFAH
c. Khilafatul Muslimin mendeklarasikan KHILAFAH
d. ISIS bertindak SADIS dan KEJAM,
e. Maka, HTI dan Khilafatul Muslimin juga berpotensi bertindak SADIS dan KEJAM, karena sama2 membawa KHILAFAH.
f. Untuk itu HTI dan Khilafatul Muslimin harus ditolak di Indonesia.

Adalah sebuah kecerobohan, kedzaliman dan ketidakadilan, ketika sebuah kesimpulan terhadap KHILAFAH diambil atas dasar Asumsi dan Prasangka saja, tanpa ada data yang valid, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi ketika kemudian kesimpulan ini disebarluaskan dan menjadi opini umum. Mencari informasi langsung dari sumbernya adalah langkah yang bijak dan objectif, sehingga segala kesimpulan bisa dipertanggungjawabkan.

KHILAFATUL MUSLIMIN bukan ANCAMAN bagi INDONESIA, ini adalah penegasan dari kami,

Agar lebih jelas, kami mengundang seluruh kaum muslimin, khususnya di Indonesia, dan juga kepada Aparat-aparat Pemerintah yang memiliki kepentingan dalam hal ini, untuk hadir dalam DIALOG TERBUKA, Kupas tuntas KHILAFATUL MUSLIMIN yang dirangkai dengan Acara Syiar kekhalifahan Islam DUNIA, insyaallah tanggal 17-18 November 2018 di Masjid Akbar Kemayoran Jakarta Pusat, dengan Pembicara Tunggal Ust. Abdul Qadir Hasan Baraja’ (Kholifahnya Khilafatul Muslimin).

Sie Publikasi dan Informasi

081380770389 – Wuri Handoyo
081388248748 – Ghulam Shidiq

622total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *