Prakata Ust. Abdul Qadir Baraja’

Assalamu’alaikum wr wb.

 

Memperhatikan rencana panitia dalam menyukseskan acara Syiar & Silaturrahim Kekhalifahan Islam Dunia, demi terwujudnya kesatuan ummat Islam melalui sistem kehidupan global mereka, yaitu sistem Khilafah sebagai pelanjut sistem Annubuwah (Khilafah`ala Minhajin Nubuwah), benar-benar dapat membuka mata kita bahwa hanya karena perpecahan itulah ummat Islam menjadi ummat marjinal, tidak punya harga diri/mundur dan pengecut akibat dari perselisihan diantara ulama mereka sendiri, gontok-gontokan sesama lalu mereka-pun menciptakan nama-nama kelompok Islam yang bermacam-macam menurut karangan ulama dalam kelompoknya masing-masing sehingga hilanglah kesatuan mereka.
Islam yang kita yakini telah sempurna itu seolah-olah tidak memberitahukan solusi kepada ummat bagaimana semestinya bersatu, padahal segala kenyataan hidup dalam rangka ibadah telah jelas cara prakteknya, dan tidak dapat dibenarkan perubahannya.

Tanggapan positip terhadap kerja nyata panitia yang ingin meminimalisir kebanggan masing-masing kelompok Islam yang telah menyebabkan hancurnya Ukhuwah Islamiyah dan hilangnya kesatuan mereka, perlu ditindaklanjuti secara serius demi tercapainya Izzatul Islam wal Muslimin yang akan dimulai dari negeri yang sama-sama kita cintai ini “Indonesia Sebagai Titik Awal Kebangkitan Islam Dunia”.

Sesungguhnya segala aturan hidup masyarakat didunia, hanya dapat diterapkan dengan baik jika para penganutnya bersatu atau tidak berpecah-belah. Walau-pun dengan niat yang berbeda-beda ( Muslimun maupun Kafirun ). Adapun kesatuan yang dimaksud ialah adanya kesatuan kepemimpinan karena tanpa kesatuan kepemimpinan mustahil ummat bersatu sampai kapanpun. Demikian perintah Alloh  mewajibkan ummat Islam bersatu dan mengharamkan perpecahan, Fiman-Nya; QS. Ali Imron : 103

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Rasul Juga bersabda :

“Aku perintahkan kepada kamu sekalian (muslimin) lima perkara; sebagaimana Allah
telah memerintahkanku dengan lima perkara itu; berjama’ah, mendengar, thaat, hijrah dan jihad fi sabilillah. Barangsiapa yang keluar dari Al Jama’ah sekedar sejengkal, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari lehernya sampai ia kembali bertaubat. Dan barang siapa yang menyeru dengan seruan Jahiliyyah, maka ia termasuk golongan orang yang bertekuk lutut dalam Jahannam.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, jika ia shaum dan shalat?” Rasul bersabda: “Sekalipun ia shaum dan shalat dan mengaku dirinya seorang muslim, maka panggillah oleh orang- orang muslim itu dengan nama yang Allah telah berikan kepada mereka; “Al- Muslimin, Al Mukminin, hamba-hamba Allah ‘Azza wa jalla.”
(HR.Ahmad bin Hambal dari Haris Al-Asy’ari, Musnad Ahmad:IV/202, At-Tirmidzi Sunan At-Tirmidzi Kitabul Amtsal, bab Maa Jaa’a fi matsalis Shalati wa shiyami wa shodaqoti:V/148-149 No.2263. Lafadz Ahmad)

Khusus bagi kaum muslimin yang sadar terasa sangat mengerikan dalam kehidupannya karena berpecah-belah dimaksud termasuk bagian dari azab Alloh dimuka bumi (Qs. Al An’am ayat 65), dan bahkan dihukum sebagai bentuk kemusyirikan/dosa besar (Qs Ar Rum ayat 31-32)

Kita bermohon kepada Alloh semoga kaum muslimin/muslimat dimuka bumi yang fana ini mendapatkan kesiapan lahir & bathin dalam kesadaran mereka mewujudkan kesatuan ummat dibawah satu kepemimpinan demi tegaknya syariat Islam dalam kehidupan masyarakat, sehingga berhak mendapatkan curahan rahmat dan ridho Alloh.

 

Wassalamu’alaikum wr wb.

Aamiin

143total visits,1visits today

2 comments on Prakata Ust. Abdul Qadir Baraja’

  1. Bismillah…
    Alhamdulillah…
    Assholaatu Wassalaamu ‘alaa Rosuulillah wa ‘alaa Aalihii wa Shohbihii wa man waalah ilaa yaumil qiyaamah …!!!
    Laa hawla wa laa quwwata illaa billah…

    Assalaamu’alaikum…
    Idzin masuk Share dan absensi dulu tadz …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *